Saturday, 1 May 2010

Chicken Run


Resep yang sangat mudah dan simple untuk dicoba;

Roast chicken with Italian herbs (hasil belanja Ibhe di Spanyol saat gue ditinggalkan selama 2 minggu lebih) dengan baby potatoes ikut di roast bersama ayamnya.

Lupa foto pas udah jadinya karena nafsu makan tidak tertahankan lagi


Tuesday, 20 April 2010

TO LET

Tulisan itu lah yang selalu ditangkap mata gue tiap kali jalan-jalan sekitar Epsom. Sindrom real-estate kadang-kadang bikin capek ya...

Jadi, jika belum anda semua ketahui, akomodasi yang saya tempati sekarang hanyalah untuk mahasiswa tahun pertama; jadi, otomatis, tahun depan (September 2010) saya harus mencari tempat tinggal lain! Sejak mulai mikirin ini, segala website yang menunjukkan rumah/apartemen yang disewakan semua sudah saya jelajahi (inilah yang tadi saya sebut sindrom real-estate). Seru, memang... apalagi kalau sudah berandai-andai mau pasang dekorasi apa di kamar nanti. It's the excitement of living by yourself, to do whatever you want. Tapi bikin capek! Capek mata, liat profile dari satu property ke property selanjutnya; capek tangan, scroll down, click sini, click situ; dan capek otak, ngitung-ngitung kira-kira per bulannya harus keluar uang berapa untuk biaya tinggal. Capek! Lelah! Tapi kalau kata bokap: well, it's all about being an adult! Yah, belum "adult" juga ya, masih pura-pura jadi orang dewasa, or at the very least... belajar jadi orang dewasa.

Akhirnya, kantor akomodasi di Uni saya yang sangat baik hati akhirnya mengeluarkan booklet berisi berpuluh-puluh properti beserta detail untuk membantu kita menemukan tempat tinggal yang pas. Langsung lah saya - setelah selesai dengan project dan mendapatkan a week off :) - mengeluarkan hp dan mulai menelfon landlords dengan kriteria yang kira-kira pas satu per satu. Alhasil, baru isi pulsa £10 tadi siang, sekarang tinggal £5 :(

Sempet takut dan nervous waktu pertama mulai mikir harus ngomong langsung sama orang yang nyewain propertinya, lama-lama malah keseruan sendiri hehehe. Akhirnya besok udah ada appointment untuk lihat 1 rumah, dan udah ada beberapa yang janji kirimin foto-foto utk kita diskusiin.

Oiya, rencananya gue bakal tinggal sama 3 orang lain yang udah kenal. Satu temen kelas gue namanya Meagan dari Bermuda Islands, terus temen dorm sekarang Ana dari Portugal, sama kemungkinan ada juga temennya Ana namanya Maddie, orang Inggris. Gado-gado. Mudah-mudahan aja lancar dan gak ada drama selama kita tinggal bareng... Amin!

Doakan saya ya!

IndoNite 2010

Selamat datang kembali!

Sebagai satu-satunya orang yang meng-update blog ini, saya ingin bercerita tentang pengalaman kami bertiga beberapa bulan yang lalu.

Pada bulan Maret, tepatnya tanggal 5; beberapa mahasiswa Indonesia yang bersekolah di London (dan sekitarnya, karena ditambah gue dan Ibhe) berkumpul untuk mempersembahkan berbagai macam pertunjukan di acara IndoNite. Acaranya diadakan di Hall-nya LSE, dan ditonton oleh kira-kira 200 orang :)

Monica, Ibhe, dan gue sendiri ikutan grup tari Saman dengan beberapa orang lainnya. Untuk pertunjukkan ini kita latihan tiap Sabtu, kira-kira selama sebulan lebih (tekor abis bolak balik Epsom-London, malah kadang nginep = tambah tekor lagi --")

Seneng juga akhirnya tambah kenalan orang-orang Indonesia lainnya di UK, walaupun baru sebagian kecil tapi kan sedikit-sedikit lama-lama menjadi bukit, bukan?





Sunday, 24 January 2010

Setelah sekian lama...

...kru Bus Tingkat Merah akhirnya bertemu lagi!

First of all, Selamat Tahun Baru!

Monica dan Emira telah kembali dari Jakarta selama liburan Natal dan Tahun Baru kemarin.
Danya menghabiskan waktu liburannya di Belanda dan membusuk di London (dengan bantuan kenalan-kenalan dan keluarga di London, proses pembusukkan tidak begitu buruk :p)



Lokasi: Le Pain Quotidien - South Bank, London
- dengan pesanan 'rutin' kami; Bramley Apple Tart, Strawberry Tart, and Lemon Tart :)


Nantikan cerita-cerita kami di tahun 2010 ini!

Thursday, 19 November 2009

MONEY!

"Money can't buy you happiness but it does bring you a more pleasant form of misery."
Spike Milligan.

To be honest, I completely agree with the quote above. Why? Because it describes how I feel about the existence of money nowadays. But in my opinion, how pleasant the misery is depends on HOW you manage the money itself. And for me, I only get the misery without any pleasure these days -_-"

Ironis emang, melihat gw yang ngambil economics with finance as major pusing tujuh keliling karena uang. Tapi perlu diketahui, hal ini bukan berarti uang yang dikirim orang tua gw pas-pasan, cuma anaknya aja yang dungu dalam mengatur keuangan. Mungkin itu salah satu alasan kenapa orang tua meng-encourage gw untuk ngambil ekonomi kali ya...

But put that aside, one might wonder how complicated is it to actually maintain my expenses. Buat gw pribadi, baju dan atribut-atribut kewanitaan lainnya bisa lebih gampang gw hindari (shoes are the hardest one though), tapi tidak untuk yang namanya MAKANAN! Bagi orang-orang yang udah kenal gw, mungkin udah ga terlalu heran melihat kapasitas perut gw yang sepertinya lebih gede dari karung beras. Tapi hal itu sama sekali tidak membantu gw dalam mengatasi temptation akan berbagai macam makanan yg ada di sini. From all kind of crisps, cakes, chinese food, you name it and I will definitely love it! Tanpa melihat haram atau halal, semua gw telen bulat bulat (I know I'm being sinful, but at least I realized the food contained with pork AFTER I finished it)

Selain makanan, satu hal lagi yang menjerumuskan gw ke penderitaan adalah biaya transportasi. Even though I love British public transportation, it rips me off! 50 pound lebih bisa habis dalam sebulan cuma untuk train and tube. One solution that I encounter is not going to London every once a week, tapi melihat diri gw yang bakal berjamur kalo tinggal di dorm, for now I'd rather go somewhere than rot myself.

So,I'll ask you, what do you think I should do to make my misery more pleasurable? Any kind of suggestions will be considered : )



Friday, 6 November 2009

Reading week (y)

First of all I'd like to say: "Yeaaaahh, blog danya yg baru najong banget - sorrey, mengganggu mood mu dan"

Anyhoo... READING WEEK HAS BEGUN! For me at least. It's basically like a mid-term break, only, it's not a break. You have to work; read mostly. And that's annoying. Reading "Harry Potter" is different from reading "The Age of Extremes: 1914-1994" by Eric Hobsbawm (I sounded so smart having just said that, but really, I only understood 5% of what the gibberish book is saying)
I wonder if Hobsbawm himself knew what he was writing about. Nobody should know more vocabulary than Shakespeare, unless he right-clicked and thesaurus(ed) every word he wrote. If you can get the point across using simpler words, then why bother writing sentences like "Even the cadres of communist parties began to concentrate on the ordinary satisfactions of life once the millennial aim of earthly salvation, to which they had dedicated their lives, moved into an undefined future." [insert reference here]
What...the bloody BLEEP.
That, ladies and gentlemen, was a glimpse of torture. It's a really fun subject, but the reading ain't so fun.
Soo yeah, end of rant :D

Bon soir,
Monica

Lost in a Battle

It's finally here


Homesickness that comes after you thought you're already settled in is, by far.. the worst

Sorry to alter the mood in the blog completely, just felt that I need to write this down

:)

Danya